memelihara burung kicau

Diposting oleh satya pada 03:55, 19-Apr-13

memelihara burung kicau sekarang ini menjadi sebuah tren hobby yang banyak diminati,dari berbagai kalangan usia maupun strata sosial,dengan alasan dan tujuan yang berbeda-beda. mulai dari sekedar mengisi waktu luang,obat stress karena penat bekerja,sampai sebagai sumber penghasilan. kalau dulu kita hanya mengenal beberapa jenis burung saja yang sering dipelihara dan dilombakan seperti anis,muray,kacer,pentet,kenari dll,kini mulai menyentuh burung-burung yang dulu sama sekali tak bernilai jual. pleci,talokan,blereng,burung gereja, mulai dipelihara sebagai burung peliharaan,bahkan sudah ada lombanya untuk burung pleci. hal ini dikarenakan masih melimpahnya burung-burung ini di alam liar dengan harga bakalan yang terjangkau serta ternyata burung-burung kecil ini mampu berkicau menirukan kicauan burung lain. untuk burung talokan kepala merah burung ini mempunyai kelebihan pada volume kicau yang tak sepadan dengan besarnya,suara melengking dan cerecetan khasnya kadang memekakan telinga. burung blereng sekilas mirip pleci hanya pada kepalanya terdapat garis-garis hingga pangkal tengkuknya,suara kicau monoton hanya saja memang cukup merdu untuk ocehan rumahan,kalau untu jenis burung gereja,burung ini dipelihara sebagai burung masteran karena suara cerecetan atau yang lebih dikenal dengan getar (gereja tarung) mampu menjadi isian yang baik bahkan senjata ampuh bagi beberapa burung sewaktu mengikuti kontes. anda mungkin tak pernah menyangka kalau harga burung-burung kecil ini dapat menembus angka ratusan ribu bahkan jutaan untuk yang sudah memenangkan kontes. saya pernah menawar seekor burung gereja yang sudah jadi seharga 400k tidak dilepas sama empunya. ada juga cerita tentang pleci yang terjual seharga 40 juta,jadi tidak ada salahnya pula jika kita memelihara burung-burung ini. karena ternyata keberadaanya tak lagi dipandang sebelah mata.